Cara Mengurus Pencairan Dana Jaminan Kerja Korban PHK

Dampak dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap terjadi tiba-tiba bisa diminimalisir berkat adanya dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS. Anda bisa cek informasi jaminan kehilangan pekerjaan untuk keperluan klaim.

Melansir dari BPJS Ketenagakerjaan, pengajuan klaim memungkinkan peserta BPJS untuk mendapatkan manfaat tunai sebesar 60 persen dari penghasilan bulanan. Manfaat tersebut bisa Anda dapatkan paling lama selama 6 bulan.

Mari simak penjelasan cara mengurus pencairan dana jaminan kerja.

Cara Mengurus Pencairan Dana Jaminan Kerja

Program JKP memungkinkan pekerja yang terkena PHK bisa mendapatkan dukungan finansial. Berikut cara untuk mengurus pencairan dana JKP:

1. Penuhi Persyaratan

Sebelum mengajukan klaim, pastikan Anda sudah memenuhi persyaratannya terlebih dahulu. Berikut syarat untuk mendapatkan JKP:

  • WNI
  • Usia kurang dari 54 tahun saat terdaftar sebagai peserta
  • Sudah memiliki masa iuran minimal 12 bulan selama 24 bulan
  • Sudah membayar iuran setidaknya 6 bulan berturut-turut sebelum PHK
  • Terdaftar sebagai peserta program JKN BPJS Kesehatan
  • Pekerja pada PK/BU Skala Kecil dan Mikro yang mengikuti setidaknya 3 program (JKK, JKM, dan JHT)
  • Pekerja pada PK/BU Skala Usaha Menengah dan Besar yang setidaknya mengikuti 4 program (JKK, JKM, JHT, dan JP)

Anda juga harus memiliki akun SIAPKerja untuk bisa mengurus pencairan dana. Jika belum punya, maka bisa lakukan pendaftaran di https://siapkerja.kemnaker.go.id.

2. Pemberitahuan PHK

Langkah kedua untuk mengurus pencairan yaitu melaporkan PHK. Pemberitahuan terjadi PHK wajib dilakukan oleh badan usaha selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah PHK.

Selain itu, peserta bisa melaporkan secara mandiri melalui portal SIAPKerja. Caranya sebagai berikut:

  • Buka portal SIAPKerja dan login ke akun Anda.
  • Cari dan klik opsi “Buat Laporan”.
  • Kemudian isi dengan lengkap data terkait PHK, termasuk kondisi PHK, data perusahaan, tipe perjanjian kerja, dan bukti PHK.

3. Pengajuan Klaim

Selanjutnya, cek informasi jaminan kehilangan pekerjaan dengan memastikan bahwa laporan PHK sudah diterima.

Jika sudah, maka Anda bisa melanjutkan dengan pengajuan klaim manfaat JKP. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mencairkan dana JKP:

  • Pertama, login ke akun SIAPKerja.
  • Klik menu “Pengajuan Klaim JKP”, lalu pilih “Ajukan Klaim”.
  • Setelah itu, isikan data diri dan unggah dokumen yang diperlukan, meliputi nomor rekening, NPWP, dan swafoto.

Selain manfaat berupa uang tunai, pengajuan klaim juga memungkinkan Anda mendapatkan manfaat lain, meliputi akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja. Sehingga peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa segera kembali produktif.

Itulah penjelasan cara mengurus pencairan dana jaminan kerja. Bagi yang mengalami PHK, bisa segera cek persyaratan untuk melakukan pengurusan pencairan dana JKP. Sebagai tambahan, pencairan ini tidak berlaku untuk pekerja yang resign.

Tipe Mobil yang Bikin Jalan ke Kantor Gak Ngebosenin

Mobil bukan cuma alat transportasi, tapi juga ruang kecil tempat beristirahat sejenak sebelum hari kerja dimulai. Karena itu, memilih kendaraan dengan kenyamanan dan fitur yang pas sangat penting. Salah satu tipe yang paling diminati saat ini adalah mobil SUV dengan 5 seater yang punya desain gagah, kabin luas, dan teknologi modern yang bikin perjalanan harian terasa seperti pengalaman baru setiap hari.

 

  1. SUV Ringkas dengan Desain Modern
    Mobil berukuran sedang kini banyak diminati karena bisa memberi keseimbangan antara tampilan sporty dan kepraktisan. Desain eksterior yang dinamis bikin pengendara merasa lebih percaya diri di jalan, sementara ukuran yang tidak terlalu besar memudahkan parkir di area perkantoran yang sempit. Beberapa model bahkan menawarkan ground clearance tinggi tanpa kehilangan kenyamanan di jalan kota. Cocok buat pekerja muda yang ingin tampil keren tanpa mengorbankan efisiensi.
  2. Mobil Listrik untuk Gaya Hidup Ramah Lingkungan
    Banyak pekerja urban mulai beralih ke kendaraan listrik karena efisiensi energi dan perawatannya yang lebih mudah. Selain itu, mobil listrik punya sensasi berkendara yang halus dan senyap, bikin perjalanan terasa lebih tenang. Ditambah fitur canggih seperti sistem infotainment digital, mode berkendara pintar, dan konektivitas smartphone yang membuat rutinitas ke kantor jadi lebih interaktif.
  3. SUV Premium dengan Interior Nyaman
    Untuk yang sering menghabiskan waktu lama di jalan, kenyamanan interior jadi faktor penting. Mobil SUV kelas menengah ke atas biasanya dilengkapi dengan kursi ergonomis, ventilasi kabin yang baik, dan sistem audio berkualitas tinggi. Perjalanan yang biasanya terasa panjang bisa berubah jadi momen santai sebelum masuk kantor. Beberapa model bahkan punya fitur panoramic sunroof yang membuat suasana kabin terasa lebih lega dan menyegarkan.
  4. Mobil Multi Guna untuk Gaya Hidup Aktif
    Pekerja muda masa kini sering kali punya aktivitas di luar kantor, seperti olahraga atau hobi traveling. Mobil dengan ruang bagasi luas dan kursi belakang yang bisa dilipat memberi fleksibilitas lebih untuk membawa perlengkapan tambahan. Jenis kendaraan seperti ini ideal bagi mereka yang ingin memadukan rutinitas kerja dengan gaya hidup aktif tanpa perlu dua kendaraan berbeda.
  5. SUV Kompak yang Siap Hadapi Segala Kondisi Jalan
    Bagi yang sering melewati jalur padat atau tidak selalu mulus, SUV kompak bisa jadi pilihan ideal. Suspensi yang lebih tangguh dan posisi duduk tinggi memberikan rasa aman dan visibilitas lebih baik di tengah lalu lintas kota. Selain itu, konsumsi bahan bakar yang efisien menjadikannya teman setia untuk perjalanan harian tanpa perlu sering ke pom bensin.

Rutinitas perjalanan ke kantor sebenarnya bisa jadi pengalaman menyenangkan kalau didukung kendaraan yang sesuai kebutuhan. Mobil yang nyaman, efisien, dan punya desain menarik bisa mengubah cara pandang terhadap perjalanan sehari-hari. Dengan memilih mobil SUV dengan 5 seater yang menggabungkan gaya, kenyamanan, dan teknologi modern, setiap perjalanan menuju tempat kerja bisa terasa lebih hidup, bahkan mungkin jadi momen yang paling dinanti setiap pagi.

Kebiasaan Sehari-hari yang Terlihat Praktis, Tapi Bisa Memicu Iritasi dan Infeksi Area Intim

Banyak orang tidak sadar bahwa beberapa kebiasaan harian yang terlihat praktis justru bisa meningkatkan risiko infeksi hingga radang vagina. Mulai dari cara memilih produk kebersihan hingga kebiasaan memakai pakaian tertentu, semuanya bisa memengaruhi keseimbangan bakteri alami di area intim. 

  1. Jarang mengganti pembalut atau pantyliner
    Pembalut yang terlalu lama dipakai bisa menciptakan lingkungan lembap yang memicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Banyak dokter menyarankan mengganti pembalut secara rutin untuk menjaga area tetap kering dan higienis. Padahal, pembalut di era modern sekarang juga sudah memiliki beragam varian yang bisa disesuaikan dengan kondisi area kewanitaan setiap perempuan lho.
  2. Menggunakan produk beraroma kuat di area intim
    Sabun kewanitaan dengan parfum, deodorant feminin, atau pembersih berbahan keras dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina. Selain itu, bahan kimia tertentu juga bisa menyebabkan iritasi yang berujung peradangan. Bahan kimia seperti klorin, pengharum, pengawet, hingga logam berat di sekitar kita memiliki resiko buruk pada organ kewanitaan.
  3. Memakai pakaian terlalu ketat terlalu lama
    Celana ketat dan bahan yang tidak menyerap keringat membuat area intim lembap. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur penyebab infeksi, terutama jika digunakan seharian tanpa jeda. Jadi, disarankan untuk kalian sesekali memakai celana dengan potongan yang loose atau longgar, agar terdapat sirkulasi udara pada area kewanitaan dan menghindari lembapnya area tersebut. 
  4. Tidak mengeringkan area intim dengan benar
    Kebiasaan langsung memakai pakaian setelah mandi tanpa mengeringkan area sensitif dapat menciptakan lingkungan lembap yang disukai mikroorganisme.
  5. Membersihkan area intim terlalu berlebihan
    Membersihkan terlalu sering atau melakukan douching bisa menghilangkan bakteri baik yang sebenarnya melindungi tubuh dari infeksi. 

Kenapa Kebiasaan Kecil Bisa Berdampak Besar?

Area intim memiliki ekosistem alami yang sensitif. Ketika keseimbangan bakteri terganggu, risiko iritasi hingga infeksi meningkat. Beberapa klinik juga menjelaskan bahwa perubahan lingkungan vagina, baik dari produk, pakaian, maupun kebersihan yang tidak tepat bisa menjadi pemicu utama vaginitis. Artinya, menjaga kesehatan area kewanitaan bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bagaimana memilih kebiasaan yang ramah bagi tubuh.

Banyak kebiasaan sehari-hari yang terlihat praktis ternyata bisa meningkatkan risiko radang vagina, terutama jika dilakukan secara terus-menerus tanpa disadari. Mulai dari jarang mengganti pembalut, penggunaan produk beraroma kuat, hingga pakaian terlalu ketat, semuanya dapat memengaruhi keseimbangan alami area intim.

Memilih produk yang nyaman, menjaga area tetap kering, serta memahami kebutuhan tubuh adalah langkah sederhana namun penting untuk mencegah radang vagina dan menjaga kesehatan area kewanitaan dalam jangka panjang. Jika kalian memiliki beberapa pertanyaan lebih lanjut terkait masalah kewanitaan ataupun area intim yang mulai meradang, jangan ragu untuk berkunjung ke Ask Dr. Laurier di https://menstruasi.com/ask-drlaurier.

 

Refs:

https://menstruasi.com/healthy-body/radang-vagina-penyebab-dan-faktor-risikonya-cari-tahu-yuk/

https://www.haibunda.com/moms-life/20260123163547-76-385041/9-kebiasaan-yang-bisa-merusak-kesehatan-vagina-perempuan-wajib-tahu