QRIS Cross Border baru saja meraih penghargaan sebagai yang terbaik untuk kategori Operational Efficiency pada ajang internasional Qorus Reinvention Awards Asia Pacific 2023 menegaskan peran signifikan QRIS dalam meningkatkan efisiensi transaksi pembayaran. "QRIS tidak hanya berperan sebagai instrumen pembayaran, melainkan juga sebagai meningkatkan aksesibilitas dan keamanan fasilitas aktivitas ekonomi antarnegara bagi masyarakat dan pelaku usaha terutama bagi UMKM," ujar Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H di Jakarta, Senin (4/12/2023) Menurut Ariawan, dengan diraihnya penghargaan prestisius ini, Pemerintah Indonesia tidak boleh berdiam diri dan harus mempersiapkan berbagai strategi guna memperluas pasar penggunaan QRIS Cross Border sebagai upaya dalam mendorong kebijakan digitalisasi pembayaran.
Ia menyambut positif kesepakatan penting antara Bank Indonesia dan Bank Sentral Uni Emirat Arabterkait penerapan sistem pembayaran lintas negara menggunakan metode QRIS Cross Border. Nota kesepahaman tersebut membuka jalan bagi transaksi langsung dengan menggunakan mata uang negara masing masing melalui terhubungnya sistem quick response code kedua negara. "Dengan implementasi sistem ini, diharapkan akan terjadi kemudahan dalam bertransaksi bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di Uni Emirat Arab, serta bagi wisatawan Indonesia yang sedang berlibur di negara tersebut.
Sebaliknya, pekerja dan wisatawan asal Uni Emirat Arab juga akan mendapatkan manfaat serupa ketika bertransaksi di Indonesia. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam aktivitas keuangan lintas negara, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta memfasilitasi interaksi ekonomi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab," beber Guru Besar Universitas Tarumanagara ini. Keluarga Sandera Israel Puji Hamas, Sebut Lebih Baik Dibanding Kabinet Netanyahu
Keluarga Sandera Marah di Knesset, Tuduh Kabinet Tolak Usulan Hamas: Tahanan di Gaza Sedang Sekarat! Ekonom: Penetrasi QRIS Cross Border Harus Diakselerasi ke Timur Tengah dan Asia Timur Dapatkah Gencatan Senjata di Myanmar Tercapai?
Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 Israel Ingin Yahya Sinwar dan Deif Diusir dari Gaza dalam Perjanjian Gencatan Senjata Terbaru Ali Khamenei Serukan Negara negara Islam Putuskan Hubungan dengan Israel, Tak Perlu Gencatan Senjata
Elektabilitas Paslon Berubah Jelang Pencoblosan Menurut Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Halaman all Dia mengatakan selain memperluas penetrasi ke Uni Emirat Arab, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melakukan kerja sama dengan berbagai negara negara di Timur Tengah dan Asia Timur lainnya untuk mengimplementasikan penggunaan QRIS Cross Border melalui Local Currency Settlement (LCS). Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dalam transaksi di wilayah Timur Tengah dan Asia Timur. Keberlanjutan penggunaan QRIS Cross Border di kawasan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan uang fisik sehingga masyarakat dapat melakukan transaksi dengan lebih cepat, mudah, efisien, dan aman.
Saat ini, QRIS telah menjadi metode pembayaran yang sangat diminati oleh masyarakat dalam menjalankan transaksi elektronik. Hal ini tercermin dalam data yang diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers yang mengulas hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Menurut data tersebut, sektor transaksi elektronik di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 17,67 persen (year on year), mencapai total nilai transaksi sebesar Rp 47,71 triliun pada bulan Oktober 2023. Angka tersebut ditopang oleh peningkatan signifikan dalam transaksi menggunakan QRIS yang mencapai 186,1 persen (yoy) atau setara dengan Rp 24,97 triliun dengan pengguna QRIS mencapai 43,33 juta orang dan jumlah pedagang mencapai 29,53 juta yang di antaranya didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Perkembangan ini tentu merupakan berita positif, karena tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga memperluas penetrasi keuangan digital di Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan pasar yang paling pesat dan potensi ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN harus memaksimalkan potensi transformasi digital yang ada. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, transaksi digital Indonesia diprediksi dapat menyentuh angka hingga USD 130 miliar pada 2025.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh Pemerintah untuk mendukung pelaku usaha pada sektor ekonomi digital adalah dengan mengakselerasi digitalisasi pembayaran melalui metode pembayaran QRIS.