Pengolahan Sampah Energi Listrik Dinilai jadi Solusi Atasi Problem Sampah di Bekasi

Pengolahan Sampah Energi Listrik Dinilai jadi Solusi Atasi Problem Sampah di Bekasi

Founder Kita Olah Indonesia, Muhamad Andriansyah, mendorong penerapan Perpres nomor 35 tahun 2018. Perpres ini mendorong percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kota Bekasi tertuang dalam Perpres nomor 35 tahun 2018.

"Perlu dukungan dari seluruh stakeholder untuk menjalankan amanat Perpres itu," ungkap Andre melalui keterangan tertulis, Jumat (13/10/2023). Dirinya mendorong Pemkot Bekasi beserta masyarakat untuk bersatu padu menjalankan amanat Perpres demi kemaslahatan bersama. Kota Bekasi salah satu daerah yang ditunjuk untuk melaksanakan percepatan seperti tertuang dalam Perpres ini.

Berdasarkan berita acara hasil evaluasi prasyarat teknis PSEL di Kota Bekasi, nomor 42.EV.HPT/PP/PLTSA.LH/2023, lelang ini dimenangkan oleh konsorsium EEI MHE HDI XHE. Wacana pembangunan PSEL ini sudah disosialisasikan sejak jauh jauh hari. Andre menyebut bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah mengadakan giat Market Sounding terkait Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Bantargebang Kota Bekasi, pada 10 Mei 2021 silam. KISAH Kades di Bojonegoro, Marah Ayam Beli dari Dukun Rp4,5 Juta Dicuri, Kini Penjarakan Warganya

Awal Mula Mbah Suyatno Dituduh Bu Kades Curi Ayam Seharga Rp4,5 Juta, Berawal Beli Ayam di Pasar Kisah Mbah Suyatno Dituduh Curi Ayam Milik Bu Kades Seharga Rp4,5 Juta, Diklaim Bukan Sembarang Ayam Sosok Bu Kades Siti Kholifah, Laporkan Suyatno Curi Ayam Rp4,5 Juta, Puasa 40 Hari Dapatkan Ayam

Dituduh Curi Ayam Kades Rp 4,5 Juta, Kakek di Bojonegoro Pilih Jalur Hukum Ogah Damai: Beli di Pasar Kurir di Tulungagung Ini Curi Puluhan Kotak Amal di Masjid, Sasar Wilayah Pinggiran Kota Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

Lebih lanjut, Andre menyebut bahwa seluruh prosedur administrasi telah diikuti oleh perusahaan yang mengikuti lelang. Menurut Andre, hal ini harus segera dieksekusi untuk menjadikan Bekasi sebagai kota bebas sampah. "Sosialisasi sudah dilakukan jauh jauh hari, perusahaan pemenang tender juga sudah ditentukan. Administrasi dan prosedur juga tidak ada masalah, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengeksekusi proyek ini," tutur Andre.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Untuk Lingkungan, Adrie Charviandi menyebut Bekasi dalam keadaan darurat sampah. Menurut Adrie, PSEL adalah solusi konkret yang ditawarkan oleh pemerintah dalam mengatasi persoalan yang makin parah itu. "Kita perlu menyakinkan bahwa PLTSa adalah solusi darurat yang efektif untuk mengatasi krisis sampah di Kota Bekasi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lebih sehat," ujar Adrie.

Lebih lanjut Adrie menilai bahwa target utama dari PSEL ini adalah mengurangi volume sampah secara signifikan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. "PLTSa ini berperan dalam mengurangi volume sampah dengan cepat, mendekatkan kita pada tujuan untuk menjadikan sampah sebagai sumber daya," pungkasnya.

Dorong Pengelolaan Serius, PSI Tangsel Ajak Ratusan Anak Muda Turun ke Acara Buser Sampah

Dorong Pengelolaan Serius, PSI Tangsel Ajak Ratusan Anak Muda Turun ke Acara Buser Sampah

Suara Ketua DPD PSI Tangerang Selatan, Andreas Arie, menggema di kalangan warga saat ia menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan penegakan hukum ketat terkait pelaksanaan pengelolaan sampah di wilayah Tangsel. Dalam aksi buser sampah yang berkesan, Andreas Arie menyoroti masalah kritis yang melanda kota ini dan menuntut alternatif selain TPA Cipeucang yang saat ini sudah mencapai kapasitas maksimal. "Andaikan pengelolaan sampah di Tangsel tidak diberdayakan dan hukumnya tidak ditegakkan, maka kita akan berhadapan dengan krisis yang semakin parah. TPA Cipeucang telah mencapai batasnya, dan kami tidak bisa hanya berdiam diri. Kita harus segera mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah ini," kata Andreas Arie dalam aksi buser sampah yang digelar di Taman Makam Kampung Legoso, Jl. Lurah Disah, Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Sabtu (29/7/2023).

Pernyataan Andreas Arie ini mendapatkan dukungan penuh dari Wasekjen DPP PSI, Mikhail Gorbachev, yang menekankan perlunya kerjasama serius antara Legislatif dan Eksekutif dalam menangani isu ini. "Tangsel tidak boleh mengandalkan "autopilot" lagi, melainkan harus mengambil tindakan konkret untuk menghadapi masalah lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah.," kata Gorbachev. Aksi buser sampah ini menjadi bukti nyata komitmen DPD PSI Tangsel dalam meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel, Alexander Prabu, juga turut hadir dalam kegiatan aksi buser sampah, berharal aksi ini menjadi panggilan bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersatu mencari solusi terbaik demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Tangsel. "Anggota legislatif juga turut berpartisipasi dalam aksi pembersihan sampah. Kami bergabung bersama ratusan pemuda dan masyarakat setempat untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam menangani masalah sampah di kota ini," kata Alex. Ramalan Zodiak Hari Ini, 10 Januari 2024: Gemini Sibuk, Sagitarius Jangan Overthinking

Trending di X Sejumlah Pengguna IM3 dan 3 Mengeluh Tak Ada Sinyal, Ini Jawaban Indosat Sinyal Indosat Hilang Trending di X, Kantor Indosat di Banyumanik Semarang Kebakaran Promo Alfamidi Hari Ini, 24 Januari 2024: Paket Data Indosat Turun, Jajan Diskon hingga 50 Persen

Jadwal Bioskop Pati Hari Ini, Senin 1 Januari 2024 Dorong Pengelolaan Serius, PSI Tangsel Ajak Ratusan Anak Muda Turun ke Acara Buser Sampah Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

Alex menambahkan buser sampah akan menjadi pembuka untuk mendorong agenda perubahan dengan cara yang asik untuk mengangkat isu krisis sampah. “Meskipun Tangsel masih memiliki masalah yang mengkhawatirkan, PSI berusaha mengangkat isu ini dengan cara santai. Aksi kami akan dilanjutkan besok tanggal 30 Juli dengan tema "Chill Bersama Rakyat" di Solidaritas Muda Festival (Soda Fest),” ujarnya. (*)