Garap Dua Proyek Baru di Vietnam Utara, Foxconn Kucurkan Dana 246 Juta Dolar AS

Garap Dua Proyek Baru di Vietnam Utara, Foxconn Kucurkan Dana 246 Juta Dolar AS

Produsen peralatan elektronik yang berbasis di Taiwan, Foxconn Technology Group berencana menginvestasikan 246 juta dolar AS dalam dua proyek baru di Provinsi Quang Ninh, Vietnam Utara. Menurut otoritas setempat, kedua proyek baru itu yakni pembuatan pabrik suku cadang peralatan telekomunikasi dan kendaraan listrik (EV). Dari jumlah dana yang siap dikucurkan oleh Foxconn, sekitar 200 juta dolar AS akan masuk ke pabrik untuk memproduksi pengisi daya dan komponen EV, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2025 dengan membutuhkan sebanyak 1.200 tenaga kerja.

Sedangkan sisanya yakni 46 juta dolar AS akan digunakan untuk mendirikan pabrik yang memproduksi komponen elektronik dan telekomunikasi, dengan produksi akan dimulai pada Oktober 2024. Kedua fasilitas tersebut akan berlokasi di Provinsi Song Khoai Industrial Park, 138 km (85,75 mil) timur Hanoi. Foxconn, yang telah berada di Vietnam selama hampir dua dekade juga berencana mendirikan pabrik baru di Provinsi tengah Nghe An. dengan investasi awal 100 juta dolar AS, menurut otoritas setempat pada bulan lalu.

Bukan Kabur, Kakak Beradik Pelaku Carok di Madura Lari untuk Menyerahkan Diri, Suruh Telepon Polisi Kakak Beradik Tersangka Carok Tewaskan 4 Orang Tak Terluka, Ternyata Pernah Berguru di Kalimantan Kakak Beradik Sebabkan 4 Pesilat Tewas, Ngaku Punya Ilmu Kebal, Tak Luka saat Carok Lawan 10 Orang

Carok Kakak Beradik VS 5 Orang di Madura Berlangsung 1 Menit, Hasan Beraksi Pakai Celurit Lawan NGERI! Kakak Adik Tersangka Carok di Bangkalan Tak Terluka Lawan 10 Orang: Belajar di Kalimantan Cara Kakak Beradik Pelaku Carok Tak Terluka Lawan 4 Orang, Robekan di Jaket Jadi Sorotan

Polisi Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Aborsi Kemayoran, Ada Pacar Pasien 

Polisi Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Aborsi Kemayoran, Ada Pacar Pasien 

Polisi telah menetapkan tersangka dalam kasus klinik aborsi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Total, saat ini sebanyak sembilan orang tersangka sudah ditangkap pihak kepolisian dalam kasus ini. "Sudah (tersangka), sudah bertambah lagi (tersangka) jadi sembilan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Jumat (30/6/2023).

Komarudin mengatakan dua orang tersangka baru yakni kekasih salah satu pasien berinisial MK dan pembantu rumah tangga berinisial SW di rumah kontrakan tersebut. "Kekasih dari salah satu pasien dan yang satu lagi pembantu rumah tangga," ucapnya. Atas perbuatannya, kesembilan tersangka dijerat dengan pasal 76 C junto pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak.

Sebelumnya, polisi menggerebek sebuah rumah kontrakan di di Jalan Merah Delima, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/6/2023). Kombes Komarudin mengatakan pengungkapan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat. Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar di Jawa Tengah, Arifki Chaniago Sebut Pengaruh Dukungan Jokowi

Viral Stiker Prabowo Gibran di Beras Bulog, TKN Ungkap Kejanggalan, Sengaja untuk Jatuhkan Paslon 2? Polisi Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Aborsi Kemayoran, Ada Pacar Pasien Sindiran Nyelekit Cak Imin Soal Beras Bulog Berstiker Paslon Lain: Namanya Tidak Punya Malu

Kebiasaan Baik di Pagi Hari untuk Penderita Diabetes, Dapat Turunkan Lonjakan Gula Darah Polemik Dukungan Jokowi ke Salah Satu Paslon, Disurati Bawaslu hingga Disorot Pengamat: Paling Jauh Elektabilitas Anies Prabowo Bersaing Ketat di DKI Jakarta, Ganjar Urutan Buncit

Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 "Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada aktivitas yang sangat mencurigakan dari seorang warga baru yang diduga baru kurang lebih sekitar 1 bulan atau 1 bulan setengah mengontrak di trmpat ini dan aktivitasnya sangat tertutup," kata Komarudin kepada wartawan, Rabu (28/6/2023). Komarudin mengatakan warga curiga karena dari rumah tersebut terlihat wanita yang berganti ganti keluar masuk rumah.

"Dugaan sementara dari warga ini tempat adalah untuk menampung para TKI nah dari sanalah kami melakukan penyelidikan, pendalaman, dan Alhamdulillah tim dari unit PPA satreskim polres jakarta pusat berhasil mengungkap bahwa telah terjadi dugaan aborsi," tuturnya. Dalam hal ini, polisi berhasil mengamankan 7 orang yang tiga di antaranya yakni SN, NA, dan SM yang merupakan pelaku aborsi dengan perannya masing masing. "Di dalam pada saat kami geledah, atau penindakan hukum, juga ditemukan 4 orang pasien ya inisial J, AS, RV dan IT, dimana 3 orang baru saja selesai melaksanakan tindakan sedang beristirahat krena masih pendarahan dan 1 orang sedang baru mau akan dilakukan," ungkapnya.

Komarudin melanjutkan, untuk pelaku SN berperan sebagai eksekutor jika ada pasien yang dagang. Dalam menjalankan aksinya, SN dibantu oleh pelaku NA yang berperan mencari para pasien untuk dilakukan aborsi. "SN wanita selaku eksekutor dan SN ini bukan berlatar belakang medis, dia hanya dilihat dari KTP hanya IRT (Ibu Rumah Tangga)," tuturnya.

Sementara satu orang lainnya berinisial SM yang berperan menjemput para pasien dengan diberi imbalan sebesar Rp500 ribu untuk sekali antar. "Jadi ini sistemnya, sistem antar jemput sangat rapih sekali makanya pak RT dan warga sangat terkecoh dari aktivitas yang di dalam," jelasnya. Pengakuan tersangka, tarif yang diberikan kepada pasien yang ingin melakukan aborsi beragam mulai Rp2,5 juta hingga Rp8 juta sesuai dengan usia kandungan.

Selama satu bulan terakhir, sudah kurang lebih sebanyak 50 wanita yang melakukan aborsi di rumah kontrakan tersebut.