Anak Pamen TNI AU Alami Luka Tusuk di Hati, Masih Hidup saat Terbakar

Anak Pamen TNI AU Alami Luka Tusuk di Hati, Masih Hidup saat Terbakar

Polisi mengungkapkan penyebab kematian anak Perwira Menengah (Pamen) TNI AU, CHR (16) di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil visum et repertum dan autopsi, CHR mengalami luka tusuk yang fatal di bagian hati. Kapolres Metro Jaktim, Kombes Leonardus Simarmata menyatakan, ditemukan luka enam tusukan di tubuh CHR.

Tiga di antara enam luka tusukan itu lah mengenai bagian fatal tubuh CHR. "Hasil visum et repertum atau VER dan autopsi ditemukan sebab kematian sebagai berikut, terdapat enam luka tusukan, tiga tusukan ini di lokasi berada di hati dan berakibat fatal," ujar Leonardus, Selasa (3/10/2023) dikutip dari youTube KompasTV. Hasil autopsi juga memastikan bahwa CHR terbakar dalam keadaan hidup.

Hal itu dibuktikan dengan temuan jelaga pada tenggorokan korban. Keluarga Sandera Israel Puji Hamas, Sebut Lebih Baik Dibanding Kabinet Netanyahu Keluarga Sandera Marah di Knesset, Tuduh Kabinet Tolak Usulan Hamas: Tahanan di Gaza Sedang Sekarat!

Dapatkah Gencatan Senjata di Myanmar Tercapai? Israel Ingin Yahya Sinwar dan Deif Diusir dari Gaza dalam Perjanjian Gencatan Senjata Terbaru Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

Ali Khamenei Serukan Negara negara Islam Putuskan Hubungan dengan Israel, Tak Perlu Gencatan Senjata Pakar Jelaskan Putusan Mahkamah Internasional Soal Kasus Genosida Israel di Gaza, Gencatan Senjata? Elektabilitas Paslon Berubah Jelang Pencoblosan Menurut Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Halaman all

"Luka bakar di tubuh 91 persen. Saat korban terbakar, ini dalam keadaan hidup, masih dalam keadaan hidup, indikasinya terdapat jelaga di tenggorokan korban," ujar Leo. Selain itu, polisi juga menemukan bukti baru di kasus tewasnya CHR ini. Leo mengatakan, penyidik menemukan dua lembar kertas berisi gambar dan tulisan tangan milik CHR.

"Keenam, ada temuan terkait dengan barang milik korban, ada dua lembar kertas bergambar dan tulisan asli korban," kata Leonardus. Dalam surat tersebut secara garis besar berisi ungkapan korban yang menyebut bahwa lebih merasa dihargai dalam kehidupan game yang dimainkannya lewat ponsel dan komputer. "Tulisannya tidak terlalu jelas ya, tetapi garis besarnya menyampaikan bahwa sepertinya 'bermain HP dan tablet dan komputer itu bagus. Dia merasa dihargai di game tersebut, daripada di kehidupan di galaksi ini," kata Leonardus.

"Jadi dia merasa lebih nyaman dan lebih dihargai ketika main game," jelasnya. Polisi juga menampilkan foto dua lembar kertas yang ditemukan itu. Adapun gambar di kertas tersebut terlihat seperti gambar orang.

Leonardus mengatakan, keseharian CHR adalah bermain di akun game Roblox melalui ponsel maupun tablet milik korban. "Dia seorang gamers, dengan sosial medianya discord," ujarnya. Diketahui bahwa CHR ditemukan tewas terbakar di Pos Spion Ujung Landasan 24 Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Minggu (24/9/2023).

Proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini masih terus dilakukan. Sebanyak 12 saksi telah dimintai keterangan, termasuk orang tua korban. Sebelumnya, Kombes Leonardus mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya sebilah pisau hingga tutup botol di TKP meninggalnya CHR. Selain itu, juga ada baju bekas hingga celana bekas yang terbakar. "Barang bukti yang berhasil diamankan satu bilah pisau, satu pasang sandal berwarna biru, satu baju bekas terbakar, satu celana bekas terbakar," kata Leonardus, Selasa (26/9/2023) dikutip dari

Mengenai sebilah pisau yang ditemukan, polisi belum bisa memastikan apakah pisau yang ditemukan merupakan milik CHR atau bukan. Lantaran dari hasil olah TKP, jejak sidik jari sudah hilang terdampak kebakaran yang terjadi. Ditemukan lagi, barang bukti berupa satu map bekas terbakar, tiga kantongan serpihan atau abu bekas terbakar.

Kemudian, satu buah tutup botol berwarna merah yang ditemukan di sekitar jasad korban.

Misteri Tewasnya Putra Pamen TNI AU, Belum Ada Titik Terang, Polisi Usut Dengan Metode Ini

Misteri Tewasnya Putra Pamen TNI AU, Belum Ada Titik Terang, Polisi Usut Dengan Metode Ini

Polisi terus melakukan pengusutan kasus tewasnya remaja putra perwira menengah (pamen) TNI AU di Pos Spion Ujung Landasan 24 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Saat ini Polres Metro Jakarta Timur sedang menganalisa CCTV yang terpasang di sekitar lokasi di mana peristiwa terjadi. Saat ini sudah ada 18 CCTV yang didapatkan, atau bertambah 7 unit CCTV dari sebelumnya yang 11 CCTV.

"Kemarin kita sudah mengecek 11 kamera pengawas (CCTV) yang ada di sekitar Tempt Kejadian Perkara (TKP), hari ini kami tambah tujuh titik kamera CCTV. Jadi total ada 18 CCTV," kata Leonardus saat doorstop di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (27/9/2023). Leonardus menuturkan pihaknya belum menemukan titik terang penyebab maupun motif peristiwa yang terjadi pada Minggu (24/9/2023) lalu tersebut. Ia akan melakukan pendalaman dengan menggunakan metode Scientific Crime Investigation.

"Kami tidak mau terburu buru karena ini harus diungkap secara scientific, tidak bisa dilakukan secara asumsi atau dugaan," ujarnya. Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar di Jawa Tengah, Arifki Chaniago Sebut Pengaruh Dukungan Jokowi Viral Stiker Prabowo Gibran di Beras Bulog, TKN Ungkap Kejanggalan, Sengaja untuk Jatuhkan Paslon 2?

Sindiran Nyelekit Cak Imin Soal Beras Bulog Berstiker Paslon Lain: Namanya Tidak Punya Malu Polemik Dukungan Jokowi ke Salah Satu Paslon, Disurati Bawaslu hingga Disorot Pengamat: Paling Jauh Max Allegri Dipaksa Lakukan Perombakan Juventus Lawan Empoli, Federico Chiesa Fokus ke Inter Milan Halaman all

Elektabilitas Anies Prabowo Bersaing Ketat di DKI Jakarta, Ganjar Urutan Buncit Viral Bapak bapak Ini Berjanji Bakar Motor hingga Terjun dari Pohon Kelapa Terkait Hasil Pilpres Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

Namun, menurut Leonardus, pihaknya mengetahui update status dari akun games roblox milik CHR, yang memiliki makna perihal kematian. “Ditemukan status di roblox korban bertuliskan 'Hi, if you see this, I Probably Already Dead' yang artinya 'Hi, jika kamu melihat ini, saya mungkin sudah meninggal’ itu yang diupdate oleh CHR,” katanya. Leonardus menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan asosiasi psikologi forensik untuk mengetahui motif daripada kejadian tersebut.

Selain itu, pihaknya akan melakukan investigasi pengungkapan kasus dengan metode scientific crime investigation. “Hingga saat ini tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Timur bersinergi dengan SatPom Lanud Halim Perdanakusuma, Subdit Jantanras, dan Ditkrimum Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan secara intensif profesional dan transparan,” tuturnya. Leonardus menuturkan beberapa tim khusus dari kepolisian untuk melakukan identifikasi secara spesifik bagian penyelidikan.

Pertama, pihak Fisika Forensik Puslabfor Bareskrim Polri akan dikerahkan secara khusus untuk investigasi mengenai kasus kebakarannya. Dilanjut jajaran Kimia Biologi dan forensik Puslabfor Bareskrim Polri untuk melakukan pengecekan dan pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang ada. “Kemudian tindak lanjut yang akan kami lakukan hari ini, kami akan melakukan klarifikasi terhadap Wali kelas korban, guru Bimbingan Konseling (BK), dan juga teman kelasnya,” imbuhnya.

“Kedua, kami akan mengirimkan handphone, PC, dan juga tab, serta laptop korban untuk dilakukan pemeriksaan secara digital forensik ke Puslabfor bareskrim mabes Polri,” sambungnya. Sebagai informasi, CHR pada Minggu (24/9/2023) ditemukan tewas dengan kondisi terbakar. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Kadispenau Marsekal Pertama R Agung Sasongkojati mengatakan, peristiwa tersebut benar dan dipastikan jenazah tersebut bukan anggota TNI.

“Benar ada peristiwa itu, dan identitas jenazah bukan anggota militer,” kata Agung, Selasa (26/9/2023). Agung menjelaskan peristiwa itu langsung ditangani Polres Metro Jakarta Timur. Sebab jenazah bukan berstatus sebagai anggota TNI, sehingga dilimpahkan ke Polisi.

"Silahkan hubungi Danlanud Halim ya. Kasus ini sekarang ditangani oleh Kepolisian karena bukan anggota Militer," lugasnya. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama Adrian P Damanik mengungkapkan serupa peristiwa itu masih ditangani jajaran kepolisian. Sehingga dirinya belum dapat menyampaikan secara detail peristiwa tersebut, baik motif maupun kronologi.

"Iya, betul dan masih dalam proses penyelidikan, belum (diketahui penyebabnya) masih kami selidiki dengan bantuan rekan rekan dari Polres Jaktim," lugas Adrian. Namun, Adrian hanya dapat menyampaikan bahwa jenazah merupakan putra dari seorang Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Udara. "(Korban) Putra dari Pamen TNI. Mohon maaf sementara itu dulu ya," ucapnya.

CHR (16) mengalami enam luka tusuk pada dada bagian bawah. Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Brigjen Hariyanto mengatakan berdasar hasil autopsi luka tusuk yang berada pada sisi kanan dan kiri tubuh tersebut memiliki kedalaman hingga enam sentimeter. "Kedalaman 6,5 cm, lebar 2 sampai 3 cm. Ini tertusuk. Penyebab kematian karena (pendarahan akibat) luka tusuk," kata Hariyanto di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (27/9/2023).

Perihal apakah luka tusuk dialami CHR tersebut akibat tindak penganiayaan atau bukan, RS Polri Kramat Jati penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur lah yang menentukan. RS Polri Kramat Jati pun menyatakan sudah menyerahkan hasil visum sementara kepada jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur untuk membantu pengungkapan kasus. Untuk sekarang RS Polri Kramat Jati hanya dapat memastikan bahwa CHR terbakar saat masih hidup, karena ditemukan jelaga atau butiran arang halus pada rongga pernapasan korban yang terhirup.

"Saat terbakar dia masih hidup. Kalau dilihat organnya pucat jadi sangat mungkin penyebab kematiannya karena luka tusuk karena terdapat kumpulan darah di dalam perut," ujar Hariyanto. Berdasar hasil penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur memang ditemukan adanya sebilah pisau di dekat jasad CHR, namun belum dapat dipastikan siapa pemiliknya.Pasalnya jejak sidik jari pada pisau sudah tidak dapat terlihat karena terdampak kebakaran saat tubuh CHR terbakar hingga mengalami luka bakar 91 persen, atau nyaris sekujur tubuh. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Simarmata menuturkan pihaknya hanya dapat memastikan bahwa pisau yang ditemukan bukan merupakan pisau perlengkapan TNI.

"Pisaunya bukan pisau komando, pisau dapur biasa. Gagangnya sudah meleleh, jadi sudah tidak ada pegangan," tutur Leonardus.