Viral Pedagang Semangka di Jakarta Timur Tewas Usai Disiram Air Keras

Viral Pedagang Semangka di Jakarta Timur Tewas Usai Disiram Air Keras

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pedagang semangka yang diserang di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam video yang viral, disebutkan jika pedagang semangka tersebut disiram dengan air keras hingga dibacok oleh pelaku. Korban diketahui memakai baju berwarna merah muda tengah berdiri di kiosnya bersama seorang pria lainnya sambil berbincang.

Tak berselang lama, datang pelaku yang menggunakan jaket hoody berwarna hijau menghampiri korban. Tanpa basa basi, pelaku lalu menyiramkan cairan yang diduga air keras kepada korban. Hal ini karena terlihat kepulan asap dari cairan yang disiram pelaku. Jadi Konten Donasi Rp40 Juta, Penjual Nasi di Bogor Murka Diberi Rp1,5 Juta: Kini Dapat Rp20 Juta

Sosok Uni Penjual Nasi Bungkus di Bogor, Anak Dijadikan Konten Donasi Rp 40 Juta, Diberi Rp 1,5 Juta Anak Penjual Nasi Jadi Bahan Konten, Donasi Capai Rp 40 Juta, Cuma Terima Rp 1,5 Juta, Nasibnya Kini Nasib Uni Penjual Nasi Curhat Anak Dijadikan Konten Donasi, Kini Dapat Rp 21 Juta Dipotong Iklan

Uang Tabungan Gunawan Dwi Cahyo Terancam Ludes Usai Ceraikan Okie Agustina, Dituntut Kalteng Putra Halaman 4 KISRUH Donasi Kitabisa untuk Penjual Nasi Bungkus Cuma Dapat Rp1,5 Juta Selesai, Penerima Minta Maaf Viral Pedagang Semangka di Jakarta Timur Tewas Usai Disiram Air Keras

Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 Tidak berhenti di sana, pelaku terlihat memukuli korban hingga mengeluarkan senjata tajam dan membacok korban beberapa kali. Setelah itu, korban terlihat terjatuh dan merintih kesakitan akibat luka yang dia dapatkan.

Terkait itu, Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini membenarkan adanya peristiwa penyerangan tersebut. Dalam kasus itu, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka luka yang dia dapatkan. "Iya (korban meninggal dunia)," kata Tuti saat dihubungi, Senin (8/1/2024).

Adapun peristiwa penyerangan sendiri terjadi pada Minggu (7/1/2024) sekira pukul 24.00 WIB. Setelah menyerang, pelaku melarikan diri. Namun, pelarian pelaku terhenti setelah dirinya ditangkap di Pamulang, Tangerang Selatan pada Senin (8/1/2024) sekira pukul 04.00 WIB. Saat ini, lanjut Tuti, pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan hal tersebut dengan memeriksa secara intensif.

"Pelaku sudah ketangkep, motif masih didalami," tuturnya.

Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba ke Artis Lawas Ibra Azhari di Kontrakan Jakarta Timur

Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba ke Artis Lawas Ibra Azhari di Kontrakan Jakarta Timur

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap dua pemasok narkoba kepada artis lawas, Ibra Azhari. Dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu berinisial ADR dan RZ. Keduanya ditangkap di sebuah kontrakan di kawasan Jakarta Timur.

"ADR dan RZ ini adalah sebagai pemasok narkoba untuk saudara IA, yaitu publik figur yang ditangkap kemarin bersama seorang wanita, berinisial NN," ujar Kanit Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Hamdan Agus dalam keterangannya, Sabtu (6/1/2024). Hamdan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut. Artis lawas, Ibra Azhari ditangkap di sebuah aparteman kawasang Tangerang Selatan, Banten terkait kasus penyalahgunaan Narkoba, Rabu (3/1/2024).

Tajikistan Lolos ke Babak 16 Besar Piala Asia 2024, Indonesia Semakin Dekat Jam Tayang Timnas Indonesia vs Jepang, Cek Prediksi Skor dan Skema Lolos 16 Besar Piala Asia 2024 Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba ke Artis Lawas Ibra Azhari di Kontrakan Jakarta Timur

Update Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Asia 2023 Timnas Indonesia Antre Tiket, Uzbekistan Terbaru Begini Kondisi Keluarga Korban Mat Tanjar Usai Tragedi Duel Carok Maut, Kades: Belum Kondusif Halaman 4 Bangkapos.com Hasil Piala Asia 2024: Suriah Taklukan India, Peluang Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Makin Tipis

Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba Ibra Azhari di Kontrakan Kawasan Jakarta Timur Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 SD Halaman 46, 47, 49, Buku Tematik Pembelajaran 6 Subtema 1 Halaman 4 Dari penangkapan Ibra Azhari polisi menyita sabu dan alat hisapnya.

Ibra Azhari ditangkap bersama seorang wanita yang merupakan artis lawas berinisial NN. Hasil tes urine Ibra Azhari dan NN menunjukkan positif metafetamin dan amfetamin. Ibra Azhari diketahui sebelumnya pernah tersandung kasus Narkoba.

Ia ditangkap pada 2000 dengan barang bukti berupa 3,64 gram kristal putih methamphetamine golongan II atau sabu. Selain itu, ditemukan juga 3,1532 gram serbuk putih mengandung Diazepam golongan IV, dan setengah butir tablet Elsigon mengandung Estazolam golongan IV. Ibra saat itu harus menjalani hukuman 2 tahun penjara.

Kemudian pada 2003 Ibra Azhari kembali ditangkap dalam kasus Narkoba dengan barang bukti sabu. Tak hanya itu, polisi juga mendapatkan kokain dan ekstasi dari Ibra Azhari. Dalam kasus 2003 Ibra Azhari divonis 15 tahun penjara. Namun belum selesai menjalani masa tahanannya, dua tahun berselang yakni pada 2005 Ibra Azhari yang masih mendekam di penjara kembali terseret kasus narkoba.

Polisi menemukan 10 gram narkotika jenis sabu dan 8 paket kecil masing masing berisi 0,3 gram sabu miliknya di balik jeruji besi. Pada 2009 Ibra Azhari bebas karena mendapat remisi saat Idul Fitri pada 2006. Tapi baru satu tahun bebas yakni pada 2010 Ibra Azhari ditangkap keempat kalinya karena narkoba.

Lagi lagi sabu menjadi barang bukti yang ditemukan polisi dari Ibra Azhari. Saat itu Ibra Azhari ditangkap di Bali dan divonis 6 tahun penjara dengan denda Rp 800 juta. Kasus terakhir, Ibra Azhari ditangkap lagi pada 2019 di kawasan Batu Merah Pejaten, Jakarta Selatan.

Ibra Azhari kembali ditangkap karena sabu. Terbaru masih dengan kasus yang sama di tahun 2023, Ibra kembali harus berurusan dengan polisi untuk keenam kalinya.

Anak Pamen TNI AU Alami Luka Tusuk di Hati, Masih Hidup saat Terbakar

Anak Pamen TNI AU Alami Luka Tusuk di Hati, Masih Hidup saat Terbakar

Polisi mengungkapkan penyebab kematian anak Perwira Menengah (Pamen) TNI AU, CHR (16) di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil visum et repertum dan autopsi, CHR mengalami luka tusuk yang fatal di bagian hati. Kapolres Metro Jaktim, Kombes Leonardus Simarmata menyatakan, ditemukan luka enam tusukan di tubuh CHR.

Tiga di antara enam luka tusukan itu lah mengenai bagian fatal tubuh CHR. "Hasil visum et repertum atau VER dan autopsi ditemukan sebab kematian sebagai berikut, terdapat enam luka tusukan, tiga tusukan ini di lokasi berada di hati dan berakibat fatal," ujar Leonardus, Selasa (3/10/2023) dikutip dari youTube KompasTV. Hasil autopsi juga memastikan bahwa CHR terbakar dalam keadaan hidup.

Hal itu dibuktikan dengan temuan jelaga pada tenggorokan korban. Keluarga Sandera Israel Puji Hamas, Sebut Lebih Baik Dibanding Kabinet Netanyahu Keluarga Sandera Marah di Knesset, Tuduh Kabinet Tolak Usulan Hamas: Tahanan di Gaza Sedang Sekarat!

Dapatkah Gencatan Senjata di Myanmar Tercapai? Israel Ingin Yahya Sinwar dan Deif Diusir dari Gaza dalam Perjanjian Gencatan Senjata Terbaru Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

Ali Khamenei Serukan Negara negara Islam Putuskan Hubungan dengan Israel, Tak Perlu Gencatan Senjata Pakar Jelaskan Putusan Mahkamah Internasional Soal Kasus Genosida Israel di Gaza, Gencatan Senjata? Elektabilitas Paslon Berubah Jelang Pencoblosan Menurut Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Halaman all

"Luka bakar di tubuh 91 persen. Saat korban terbakar, ini dalam keadaan hidup, masih dalam keadaan hidup, indikasinya terdapat jelaga di tenggorokan korban," ujar Leo. Selain itu, polisi juga menemukan bukti baru di kasus tewasnya CHR ini. Leo mengatakan, penyidik menemukan dua lembar kertas berisi gambar dan tulisan tangan milik CHR.

"Keenam, ada temuan terkait dengan barang milik korban, ada dua lembar kertas bergambar dan tulisan asli korban," kata Leonardus. Dalam surat tersebut secara garis besar berisi ungkapan korban yang menyebut bahwa lebih merasa dihargai dalam kehidupan game yang dimainkannya lewat ponsel dan komputer. "Tulisannya tidak terlalu jelas ya, tetapi garis besarnya menyampaikan bahwa sepertinya 'bermain HP dan tablet dan komputer itu bagus. Dia merasa dihargai di game tersebut, daripada di kehidupan di galaksi ini," kata Leonardus.

"Jadi dia merasa lebih nyaman dan lebih dihargai ketika main game," jelasnya. Polisi juga menampilkan foto dua lembar kertas yang ditemukan itu. Adapun gambar di kertas tersebut terlihat seperti gambar orang.

Leonardus mengatakan, keseharian CHR adalah bermain di akun game Roblox melalui ponsel maupun tablet milik korban. "Dia seorang gamers, dengan sosial medianya discord," ujarnya. Diketahui bahwa CHR ditemukan tewas terbakar di Pos Spion Ujung Landasan 24 Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Minggu (24/9/2023).

Proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini masih terus dilakukan. Sebanyak 12 saksi telah dimintai keterangan, termasuk orang tua korban. Sebelumnya, Kombes Leonardus mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya sebilah pisau hingga tutup botol di TKP meninggalnya CHR. Selain itu, juga ada baju bekas hingga celana bekas yang terbakar. "Barang bukti yang berhasil diamankan satu bilah pisau, satu pasang sandal berwarna biru, satu baju bekas terbakar, satu celana bekas terbakar," kata Leonardus, Selasa (26/9/2023) dikutip dari

Mengenai sebilah pisau yang ditemukan, polisi belum bisa memastikan apakah pisau yang ditemukan merupakan milik CHR atau bukan. Lantaran dari hasil olah TKP, jejak sidik jari sudah hilang terdampak kebakaran yang terjadi. Ditemukan lagi, barang bukti berupa satu map bekas terbakar, tiga kantongan serpihan atau abu bekas terbakar.

Kemudian, satu buah tutup botol berwarna merah yang ditemukan di sekitar jasad korban.

Remaja 15 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Kamar Apartemen, Tinggalkan Gambar Aneh Sebelum Tewas

Remaja 15 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Kamar Apartemen, Tinggalkan Gambar Aneh Sebelum Tewas

Remaja berusia 15 tahun ditemukan tewas dalam kondisi leher terjerat tali yang digantung pada pipa di sebuah kamar apartemen di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (6/8/2023). Berdasarkan keterangan orangtua korban kepada polisi, A sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Pria yang duduk di bangku sekolah menengah ini juga meninggalkan sebuah gambar di selembar kertas.

Kapolsek Cakung Kompol Syarifah Chaira menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan penemuan mayat laki laki yang meninggal dunia akibat gantung diri. "Menurut keterangan adik korban menelepon ayah korban supaya menghubungi korban, untuk membantu menyalakan kompor untuk memasak mie instan. Kemudian ayah korban mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada jawaban, karena curiga kemudian pintu kamar korban didobrak," kata Syarifah saat dikonfirmasi, Senin (7/8/2023). Setelah pintu kamar berhasil terbuka ayah dan adik korban melihat A sudah dalam posisi tidak sadarkan diri meregang nyawa.

"Korban ditemukan dalam posisi terduduk dilantai kamar. Orangtu korban melapor ke pihak keamanan, dab tidak lama kemudian datang petugas kepolisian melakukan olah TKP," ujarnya. Menurut Kapolsek, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan baik senjata tajam maupun tumpul pada tubuh korban. 17 Pilpres 2024: Ganjar Tak Risau dengan Hasil Survei, Begini Elektabilitas Terbaru 3 Capres

Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Capres 2024 di Jateng, Jatim, dan Jabar, Prabowo Gibran Unggul? Survei Capres Versi Litbang Kompas: Ganjar Unggul di Jateng Disusul Prabowo, Anies Hanya 4,1 Persen Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Elektabilitas Tertinggi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur

Hasil Survei Elektabilitas Capres Cawapres Jelang Pemilu 2024, Prabowo Gibran Unggul di Jabar Jatim SDI Rilis Hasil Survei Nasional Terbaru, Begini Elektabilitas Ketiga Paslon Pilpres Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

"Berdasarkan keterangan bapak kandung korban, korban sering melakukan tindakan diluar yang seharusnya anak seumurannya lakukan. Seperti berangkat sekolah jam 5 subuh kemudian sampai di sekolah korban menyambut teman teman dan gurunya masuk ke sekolah di depan pagar sekolah," kata Kapolsek. Selain itu polisi juga menemukan selembar kertas yang diduga digambar korban sebelum mengakhiri hidupnya. Artikel ini tidak bertujuan mengglorifikasi atau menginspirasi tindakan bunuhdiri.

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang bunuh diri/hotline dan konseling/