Sebelum Ditemukan Tewas, Wanita Muda di Depok Sempat Datangi Pacar Sambil Menangis

Sebelum Ditemukan Tewas, Wanita Muda di Depok Sempat Datangi Pacar Sambil Menangis

Polisi telah menangkap pembunuh wanita berinisial KRA (21) yang jasadnya ditemukan di sebuah kontrakan di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. "Iya betul (pelaku diamankan). Diamankan tim Opsnal Polda Metro Jaya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Suardi Jumaing saat dihubungi, Jumat (19/1/2024). Suardi mengatakan penyidik Polda Metro Jaya menangkap pelaku berinisial AA di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

"(Ditangkap) di wilayah Jawa Tengah," tuturnya. Wanita muda yang ditemukan tewas di Depok rupanya sempat terlihat mendatangi kontrakan pacarnya. Sebelumnya diberitakan, seorang wanita yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di sebuah kontrakan di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Kamis (18/1/2023) lalu.

Ia pertama kali ditemukan oleh wanita bernama Fredericka Theodora yang tinggal di kontrakan tersebut. KISAH Kades di Bojonegoro, Marah Ayam Beli dari Dukun Rp4,5 Juta Dicuri, Kini Penjarakan Warganya Awal Mula Mbah Suyatno Dituduh Bu Kades Curi Ayam Seharga Rp4,5 Juta, Berawal Beli Ayam di Pasar

Kisah Mbah Suyatno Dituduh Curi Ayam Milik Bu Kades Seharga Rp4,5 Juta, Diklaim Bukan Sembarang Ayam Sebelum Ditemukan Tewas, Wanita Muda di Depok Sempat Datangi Pacar Sambil Menangis Sosok Bu Kades Siti Kholifah, Laporkan Suyatno Curi Ayam Rp4,5 Juta, Puasa 40 Hari Dapatkan Ayam

Dituduh Curi Ayam Kades Rp 4,5 Juta, Kakek di Bojonegoro Pilih Jalur Hukum Ogah Damai: Beli di Pasar Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 Fredericka alias Vina tinggal di kontrakan itu bernama anaknya yang masih remaja berinisial AA.

Vina mengetahui ada mayat KRA di kontrakannya setelah mendapat pesan WhatsApp dari AA. Saat itu Vina diketahui sedang bekerja di sebuah mal di Depok. Lalu ia mendapat pesan dari AA yang mengaku telah membunuh seorang wanita.

"Ada seorang perempuan yang sudah meninggal saya cekik," kata Kapolsek Sukmajaya, Kompol Margiyono membacakan pesan WhatsApp untuk ibunya. AA juga menyampaikan ucapan pamit pada sang ibunda. "Saya akan pergi jauh dari rumah," tulisnya lagi.

Vina pun buru buru pulang ke kontrakan dan melihat KRA sudah dalam kondisi tak bernyawa. Ia pun lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukmajaya. Saat ditemukan, KRA dalam kondisi tidur terlentang di atas kasur dan ada luka di bagian leher.

Pemilik kontrakan, Yaya (72) mengaku sempat melihat korban sebelum tragedi pembunuhan. Diungkap Yaya, wanita muda itu datang ke kontrakan sang pacar sekira pukul 13.00 WIB. Ia datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah itu, KRA pun tak terlihat lagi keberadaannya. Bahkan Yaya meyakini kalau dirinya tidak melihat KRA keluar dari kontrakan. Barulah sekitar pukul 15.00 WIB, kekasihnya, AA keluar meninggalkan kontrakan.

AA pergi seorang diri dengan menggunakan motor. Sementara KRA yang tadinya datang tidak terlihat lagi. Diakui Yaya, sebelum AA meninggalkan kontrakan, ia sempat mendengar suara tangisan seorang wanita.

"Ada suara perempuan nangis nangis tapi nggak begitu jelas," kata dia. Bahkan dirinya sempat menduga kalau itu suara anak anak yang sedang main. "Ini anak kecil atau bukan," kata dia lagi.

Barulah selang 5 menit kemudian, AA keluar dari kontrakan itu seorang diri. Saat itu Yaya mengaku tak lagi mendengar suara tangisan perempuan yang sempat ia dengar. "Hanya suara motor saja yang keluar," ungkapnya.

Diduga saat itu AA sudah menghabisi KRA lalu melarikan diri.

Viral Pedagang Semangka di Jakarta Timur Tewas Usai Disiram Air Keras

Viral Pedagang Semangka di Jakarta Timur Tewas Usai Disiram Air Keras

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pedagang semangka yang diserang di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam video yang viral, disebutkan jika pedagang semangka tersebut disiram dengan air keras hingga dibacok oleh pelaku. Korban diketahui memakai baju berwarna merah muda tengah berdiri di kiosnya bersama seorang pria lainnya sambil berbincang.

Tak berselang lama, datang pelaku yang menggunakan jaket hoody berwarna hijau menghampiri korban. Tanpa basa basi, pelaku lalu menyiramkan cairan yang diduga air keras kepada korban. Hal ini karena terlihat kepulan asap dari cairan yang disiram pelaku. Jadi Konten Donasi Rp40 Juta, Penjual Nasi di Bogor Murka Diberi Rp1,5 Juta: Kini Dapat Rp20 Juta

Sosok Uni Penjual Nasi Bungkus di Bogor, Anak Dijadikan Konten Donasi Rp 40 Juta, Diberi Rp 1,5 Juta Anak Penjual Nasi Jadi Bahan Konten, Donasi Capai Rp 40 Juta, Cuma Terima Rp 1,5 Juta, Nasibnya Kini Nasib Uni Penjual Nasi Curhat Anak Dijadikan Konten Donasi, Kini Dapat Rp 21 Juta Dipotong Iklan

Uang Tabungan Gunawan Dwi Cahyo Terancam Ludes Usai Ceraikan Okie Agustina, Dituntut Kalteng Putra Halaman 4 KISRUH Donasi Kitabisa untuk Penjual Nasi Bungkus Cuma Dapat Rp1,5 Juta Selesai, Penerima Minta Maaf Viral Pedagang Semangka di Jakarta Timur Tewas Usai Disiram Air Keras

Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 Tidak berhenti di sana, pelaku terlihat memukuli korban hingga mengeluarkan senjata tajam dan membacok korban beberapa kali. Setelah itu, korban terlihat terjatuh dan merintih kesakitan akibat luka yang dia dapatkan.

Terkait itu, Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini membenarkan adanya peristiwa penyerangan tersebut. Dalam kasus itu, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka luka yang dia dapatkan. "Iya (korban meninggal dunia)," kata Tuti saat dihubungi, Senin (8/1/2024).

Adapun peristiwa penyerangan sendiri terjadi pada Minggu (7/1/2024) sekira pukul 24.00 WIB. Setelah menyerang, pelaku melarikan diri. Namun, pelarian pelaku terhenti setelah dirinya ditangkap di Pamulang, Tangerang Selatan pada Senin (8/1/2024) sekira pukul 04.00 WIB. Saat ini, lanjut Tuti, pihaknya masih mendalami motif pelaku melakukan hal tersebut dengan memeriksa secara intensif.

"Pelaku sudah ketangkep, motif masih didalami," tuturnya.

Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba ke Artis Lawas Ibra Azhari di Kontrakan Jakarta Timur

Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba ke Artis Lawas Ibra Azhari di Kontrakan Jakarta Timur

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap dua pemasok narkoba kepada artis lawas, Ibra Azhari. Dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu berinisial ADR dan RZ. Keduanya ditangkap di sebuah kontrakan di kawasan Jakarta Timur.

"ADR dan RZ ini adalah sebagai pemasok narkoba untuk saudara IA, yaitu publik figur yang ditangkap kemarin bersama seorang wanita, berinisial NN," ujar Kanit Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Hamdan Agus dalam keterangannya, Sabtu (6/1/2024). Hamdan mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut. Artis lawas, Ibra Azhari ditangkap di sebuah aparteman kawasang Tangerang Selatan, Banten terkait kasus penyalahgunaan Narkoba, Rabu (3/1/2024).

Tajikistan Lolos ke Babak 16 Besar Piala Asia 2024, Indonesia Semakin Dekat Jam Tayang Timnas Indonesia vs Jepang, Cek Prediksi Skor dan Skema Lolos 16 Besar Piala Asia 2024 Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba ke Artis Lawas Ibra Azhari di Kontrakan Jakarta Timur

Update Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Asia 2023 Timnas Indonesia Antre Tiket, Uzbekistan Terbaru Begini Kondisi Keluarga Korban Mat Tanjar Usai Tragedi Duel Carok Maut, Kades: Belum Kondusif Halaman 4 Bangkapos.com Hasil Piala Asia 2024: Suriah Taklukan India, Peluang Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Makin Tipis

Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkoba Ibra Azhari di Kontrakan Kawasan Jakarta Timur Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 SD Halaman 46, 47, 49, Buku Tematik Pembelajaran 6 Subtema 1 Halaman 4 Dari penangkapan Ibra Azhari polisi menyita sabu dan alat hisapnya.

Ibra Azhari ditangkap bersama seorang wanita yang merupakan artis lawas berinisial NN. Hasil tes urine Ibra Azhari dan NN menunjukkan positif metafetamin dan amfetamin. Ibra Azhari diketahui sebelumnya pernah tersandung kasus Narkoba.

Ia ditangkap pada 2000 dengan barang bukti berupa 3,64 gram kristal putih methamphetamine golongan II atau sabu. Selain itu, ditemukan juga 3,1532 gram serbuk putih mengandung Diazepam golongan IV, dan setengah butir tablet Elsigon mengandung Estazolam golongan IV. Ibra saat itu harus menjalani hukuman 2 tahun penjara.

Kemudian pada 2003 Ibra Azhari kembali ditangkap dalam kasus Narkoba dengan barang bukti sabu. Tak hanya itu, polisi juga mendapatkan kokain dan ekstasi dari Ibra Azhari. Dalam kasus 2003 Ibra Azhari divonis 15 tahun penjara. Namun belum selesai menjalani masa tahanannya, dua tahun berselang yakni pada 2005 Ibra Azhari yang masih mendekam di penjara kembali terseret kasus narkoba.

Polisi menemukan 10 gram narkotika jenis sabu dan 8 paket kecil masing masing berisi 0,3 gram sabu miliknya di balik jeruji besi. Pada 2009 Ibra Azhari bebas karena mendapat remisi saat Idul Fitri pada 2006. Tapi baru satu tahun bebas yakni pada 2010 Ibra Azhari ditangkap keempat kalinya karena narkoba.

Lagi lagi sabu menjadi barang bukti yang ditemukan polisi dari Ibra Azhari. Saat itu Ibra Azhari ditangkap di Bali dan divonis 6 tahun penjara dengan denda Rp 800 juta. Kasus terakhir, Ibra Azhari ditangkap lagi pada 2019 di kawasan Batu Merah Pejaten, Jakarta Selatan.

Ibra Azhari kembali ditangkap karena sabu. Terbaru masih dengan kasus yang sama di tahun 2023, Ibra kembali harus berurusan dengan polisi untuk keenam kalinya.

Viral Pedangdut Saipul Jamil Diduga Ditangkap di Jalan Raya Terkait Narkoba, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pedangdut Saipul Jamil Diduga Ditangkap di Jalan Raya Terkait Narkoba, Ini Penjelasan Polisi

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seseorang diduga pedangdut Saipul Jamil yang tengah menangis di jalur Bus TransJakarta. Dari video yang diunggah akun Instagram @jakartabarat24jam, terlihat Saipul yang duduk di barrier tengah diamankan oleh sejumlah orang yang salah satunya memakai jaket bertulisan 'polisi'. Terlihat anggota polisi berseragam bebas alias preman berupaya membawa Syaiful yang sudah dalam kondisi tangan diborgol ke dalam mobil.

Berdasar di video itu, peristiwa penangkapan terhadap Saipul Jamil ini terjadi di sekitar Halte Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pad Jumat (5/1/2024) sekitar pukul 15.00 WIB. Terkait itu, Kapolsek Tambora Kompol Donny Agung Harvida mengatakan saat itu, pihaknya sedang ingin menangkap seseorang terkait kasus narkoba. 45 Peserta Ramaikan Blora Street Carnival 2023, Bupati Blora : Luar Biasa Sukses

Viral Pedangdut Saipul Jamil Diduga Ditangkap di Jalan Raya Terkait Narkoba, Ini Penjelasan Polisi Heboh Pedangdut Saipul Jamil Ditangkap Polisi Diduga Terkait Kasus Narkoba Detik detik Kubah Mata mata Israel Hancur Dihantam Roket Canggih Pejuang Hizbullah

Kalah dengan Marketplace Pedagang Pasar Gotong Royong Merana, Bahkan Tak Satupun Pembeli Video Pria Diduga Saipul Jamil Ditangkap Polisi di Tengah Jalan, Viral. Dicurigai Terkait Narkoba Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman all

Namun, ternyata di dalam mobil tersebut ada pedangdut Saipul Jamil. "Masih pemeriksaan itu tadi kita mengamankan seseorang ternyata di dalamnya ada Saipul Jamil ini masih kita dalami," kata Donny saat dihubungi, Jumat (5/1/2024). Saat ini, Donny mengatakan pihaknya masih mendalami keterlibatan Saipul Jamil dalam kasus narkoba tersebut.

"Iya di dalam mobil itu ini kita dalami ada keterlibatan atau tidak," ungkapnya. Saat ini, Donny menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman soal penangkapan tersebut.

Kronologi Kakak Tikam Adik di Bekasi hingga Tewas

Kronologi Kakak Tikam Adik di Bekasi hingga Tewas

Seorang kakak di Bekasi tega menikam adik kandungnya sendiri hingga tewas. Firmansyah (36) menusuk adiknya bernama Dewi Prastika (25). Polisi masih terus mencari motif pembunuhan itu.

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Samsono mengatakan polisi memeriksa sejumlah saksi termasuk terduga pelaku. "Terduga pelaku sudah kita amankan di polsek, kami masih dalami melalui penyelidikan motif dan tujuan penganiayaan terhadap adik kandungnya sendiri," kata Samsono, Jumat (20/10/2023). Pelaku sehari hari bekerja serabutan.

KISAH Kades di Bojonegoro, Marah Ayam Beli dari Dukun Rp4,5 Juta Dicuri, Kini Penjarakan Warganya Awal Mula Mbah Suyatno Dituduh Bu Kades Curi Ayam Seharga Rp4,5 Juta, Berawal Beli Ayam di Pasar Kisah Mbah Suyatno Dituduh Curi Ayam Milik Bu Kades Seharga Rp4,5 Juta, Diklaim Bukan Sembarang Ayam

Sosok Bu Kades Siti Kholifah, Laporkan Suyatno Curi Ayam Rp4,5 Juta, Puasa 40 Hari Dapatkan Ayam Dituduh Curi Ayam Kades Rp 4,5 Juta, Kakek di Bojonegoro Pilih Jalur Hukum Ogah Damai: Beli di Pasar Kurir di Tulungagung Ini Curi Puluhan Kotak Amal di Masjid, Sasar Wilayah Pinggiran Kota

Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 Dia cukup jarang pulang ke rumah orang tuanya yang beralamat di Kampung Pilar, RT 01 RW 01, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. "Kadang kadang saja pulang seminggu dua kali, dia sehari hari bekerja serabutan," jelas Samsono.

Hubungan Firmansyah dengan adiknya selama ini baik baik saja, hal itu berdasarkan keterangan orang tuanya. Samsono melanjutkan Firmansyah pada malam sebelum kejadian pulang ke rumah dan meminta maaf tanpa alasan yang jelas. "Dia datang pulang ke rumah untuk berniat meminta maaf kepada orang tuanya dan mengakui kesalahannya," terang Samsono.

Dewi Prastika (25) tewas ditikam kakaknya sendiri saat hendak melaksanakan salat dhuha pada Kamis (19/10/2023). Korban saat itu baru selesai berwudhu, tiba tiba dihampiri kakaknya dengan membawa sebilah pisau dapur. Pelaku langsung menikam.

Korban mengalami luka di bagian dada dan perut. Dia sempat dibawa ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong. "Korban itu mau melangsungkan salat dhuha, baru selesai berwudhu langsung dianiyaya kakaknya hingga tewas," ucap Samsono.

Polda Metro Jaya Tangkap Pengemudi Fortuner Berpelat Dinas Polri yang Arogan di Jakarta Utara

Polda Metro Jaya Tangkap Pengemudi Fortuner Berpelat Dinas Polri yang Arogan di Jakarta Utara

Pengemudi Toyota Fortuner berpelat dinas Polri yang arogan dengan mengadang pengemudi lain karena tak diberi jalan berhasil ditangkap Polda Metro Jaya. "Benar, sudah diamankan," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Samian saat dihubungi wartawan, Rabu (18/10/2023). Samian belum memberi informasi soal identitas pengemudi tersebut termasuk merupakan anggota Polri atau bukan.

Dia hanya memastikan pelat nomor dinas Polri yang terpasang di mobil tersebut palsu. "Bukan plat dinas Polri," jelasnya. Keluarga Sandera Israel Puji Hamas, Sebut Lebih Baik Dibanding Kabinet Netanyahu

Keluarga Sandera Marah di Knesset, Tuduh Kabinet Tolak Usulan Hamas: Tahanan di Gaza Sedang Sekarat! Dapatkah Gencatan Senjata di Myanmar Tercapai? Israel Ingin Yahya Sinwar dan Deif Diusir dari Gaza dalam Perjanjian Gencatan Senjata Terbaru

Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4 Ali Khamenei Serukan Negara negara Islam Putuskan Hubungan dengan Israel, Tak Perlu Gencatan Senjata Polda Metro Jaya Tangkap Pengemudi Fortuner Berpelat Dinas Polri yang Arogan di Jakarta Utara

Elektabilitas Paslon Berubah Jelang Pencoblosan Menurut Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Halaman all Diketahui, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan pengemudi mobil Toyota Fortuner diduga berpelat dinas Polri mengancam pengendara lain dengan tongkat besi. Dari video yang diunggah akun Instagram @lowslow.indonesia disebutkan peristiwa itu terjadi lantaran mobil Fortuner itu tidak diberi jalan oleh pengendara lain meski sudah menyalakan lampu strobo.

Adapun disebutkan kejadian terjadi di sekitar Emporium Pluit, Jakarta Utara pada Minggu (15/10/2023) sekitar pukul 03.00 WIB. "Forturner berstrobo bawa tongkat besi + plat polisi ancam pengendara mobil karena tak diberi jalur," tulis akun @lowslow.indonesia dikutip, Senin (16/10/2023). Dalam video terlihat Fortuner hitam tersebut menggunakan pelat dinas Polri 5727 00. Namun hingga kekinian belum dapat dipastikan keaslian daripada pelat tersebut.

Adapun berdasar kronologi yang diceritakan korban, peristiwa ini terjadi ketika yang bersangkutan hendak pulang ke rumahnya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). "Terus di jalan gak ada apa apa tiba tiba ada mobil Fortuner pelat polisi nyalain strobo suruh ade gw berhenti kemungkinan gara gara gak dikasih jalan jalur tengah. Padahal jalan lebar. Pas di lampu merah, dia berhentiin ade gw trus keluarin tongkat besi," tulisnya. Dikonfirmasi, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jhoni Eka Putra menyebut pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut.

"Belum ada laporannya," kata Jhoni kepada wartawan, Senin (16/10/2023). Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara Kompol Edy Purwanto mengklaim pihaknya masih menelusuri kejadian tersebut. "Baru kami telusuri terkait hal tersebut," katanya.

Remaja 15 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Kamar Apartemen, Tinggalkan Gambar Aneh Sebelum Tewas

Remaja 15 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Kamar Apartemen, Tinggalkan Gambar Aneh Sebelum Tewas

Remaja berusia 15 tahun ditemukan tewas dalam kondisi leher terjerat tali yang digantung pada pipa di sebuah kamar apartemen di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (6/8/2023). Berdasarkan keterangan orangtua korban kepada polisi, A sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Pria yang duduk di bangku sekolah menengah ini juga meninggalkan sebuah gambar di selembar kertas.

Kapolsek Cakung Kompol Syarifah Chaira menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan penemuan mayat laki laki yang meninggal dunia akibat gantung diri. "Menurut keterangan adik korban menelepon ayah korban supaya menghubungi korban, untuk membantu menyalakan kompor untuk memasak mie instan. Kemudian ayah korban mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada jawaban, karena curiga kemudian pintu kamar korban didobrak," kata Syarifah saat dikonfirmasi, Senin (7/8/2023). Setelah pintu kamar berhasil terbuka ayah dan adik korban melihat A sudah dalam posisi tidak sadarkan diri meregang nyawa.

"Korban ditemukan dalam posisi terduduk dilantai kamar. Orangtu korban melapor ke pihak keamanan, dab tidak lama kemudian datang petugas kepolisian melakukan olah TKP," ujarnya. Menurut Kapolsek, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan baik senjata tajam maupun tumpul pada tubuh korban. 17 Pilpres 2024: Ganjar Tak Risau dengan Hasil Survei, Begini Elektabilitas Terbaru 3 Capres

Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Capres 2024 di Jateng, Jatim, dan Jabar, Prabowo Gibran Unggul? Survei Capres Versi Litbang Kompas: Ganjar Unggul di Jateng Disusul Prabowo, Anies Hanya 4,1 Persen Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Elektabilitas Tertinggi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur

Hasil Survei Elektabilitas Capres Cawapres Jelang Pemilu 2024, Prabowo Gibran Unggul di Jabar Jatim SDI Rilis Hasil Survei Nasional Terbaru, Begini Elektabilitas Ketiga Paslon Pilpres Bu Kades Ngamuk Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Mbah Suyatno Tempuh Jalur Hukum: Diberi Rp1 M Pun Tak Kuakui Halaman 4

"Berdasarkan keterangan bapak kandung korban, korban sering melakukan tindakan diluar yang seharusnya anak seumurannya lakukan. Seperti berangkat sekolah jam 5 subuh kemudian sampai di sekolah korban menyambut teman teman dan gurunya masuk ke sekolah di depan pagar sekolah," kata Kapolsek. Selain itu polisi juga menemukan selembar kertas yang diduga digambar korban sebelum mengakhiri hidupnya. Artikel ini tidak bertujuan mengglorifikasi atau menginspirasi tindakan bunuhdiri.

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang bunuh diri/hotline dan konseling/